Makassar – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menerima kunjungan Tim Penggerak Pemenuhan Standar Akreditasi Klinik Lapas Kelas IIB Maros dalam rangka studi tiru dan berbagi praktik baik mengenai pemenuhan standar akreditasi klinik. Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Dr. Sahardjo ini diisi dengan pemaparan materi oleh **drg. Handayani Ali**, diskusi interaktif, serta peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Selama proses studi tiru, seluruh Tim Klinik di bawah koordinasi **dr. Wahidah Djalil** turut mendampingi rombongan memperlihatkan implementasi standar akreditasi yang telah diterapkan. Antusiasme peserta tampak dari aktifnya petugas Lapas Kelas IIB Maros berdiskusi dan menggali berbagai praktik baik yang diterapkan di Rutan Makassar. Rabu (22/7)
Kepala Seksi Pengelolaan **Rustanto** menyampaikan bahwa studi tiru menjadi sarana memperkuat kolaborasi antar-UPT dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. *"Pemenuhan standar akreditasi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh tim,"* ujarnya. Senada, Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan **Jessica Iskandar** menegaskan, *"Akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan upaya memastikan setiap layanan kesehatan diberikan secara aman, efektif, dan sesuai standar."*
Sementara itu, perwakilan Tim Penggerak Pemenuhan Standar Akreditasi Klinik Lapas Kelas IIB Maros menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Rutan Makassar dalam berbagi pengalaman. *"Kami memperoleh banyak pembelajaran yang dapat menjadi bekal dalam proses pemenuhan standar akreditasi di Lapas Maros. Praktik baik yang diterapkan di Rutan Makassar menjadi referensi yang sangat bermanfaat bagi kami,"* ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antarsatuan kerja pemasyarakatan semakin kuat dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.
0 Comments
Belum ada komentar